Penyakit pada kelinci pedaging, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci pedaging biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci pedaging. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci pedaging yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci pedaging: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci pedaging : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci pedaging: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci pedaging: Kanibal

Penyakit pada kelinci pedaging, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci pedaging: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci pedaging: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci pedaging: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci pedaging: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci pedaging: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci pedaging: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci pedaging: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci pedaging: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci pedaging: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci pedaging untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci pedaging: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci pedaging: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci pedaging: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci holland, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci holland biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci holland. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci holland yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci holland: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci holland : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci holland: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci holland: Kanibal

Penyakit pada kelinci holland, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci holland: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci holland: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci holland: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci holland: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci holland: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci holland: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci holland: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci holland: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci holland: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci holland untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci holland: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci holland: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci holland: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci fuzzy lop, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci fuzzy lop biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci fuzzy lop. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci fuzzy lop : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Kanibal

Penyakit pada kelinci fuzzy lop, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci fuzzy lop untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci fuzzy lop: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci anggora lokal, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci anggora lokal biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci anggora lokal. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci anggora lokal yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci anggora lokal : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Kanibal

Penyakit pada kelinci anggora lokal, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci anggora lokal untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci anggora lokal: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci gendut, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci gendut biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci gendut. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci gendut yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci gendut: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci gendut : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci gendut: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci gendut: Kanibal

Penyakit pada kelinci gendut, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci gendut: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci gendut: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci gendut: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci gendut: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci gendut: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci gendut: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci gendut: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci gendut: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci gendut: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci gendut untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci gendut: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci gendut: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci gendut: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci Jersey Wooly. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Kanibal

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci Jersey Wooly untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci Jersey Wooly: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci Tan, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci Tan biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci Tan. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci Tan yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci Tan: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci Tan : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci Tan: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci Tan: Kanibal

Penyakit pada kelinci Tan, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci Tan: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci Tan: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci Tan: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci Tan: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci Tan: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci Tan: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci Tan: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci Tan: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci Tan: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci Tan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci Tan: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci Tan: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci Tan: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci ea, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci ea biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci ea. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci ea yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci ea: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci ea : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci ea: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci ea: Kanibal

Penyakit pada kelinci ea, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci ea: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci ea: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci ea: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci ea: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci ea: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci ea: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci ea: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci ea: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci ea: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci ea untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci ea: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci ea: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci ea: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci Cashmere lop, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci Cashmere lop biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci Cashmere lop. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci Cashmere lop : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Kanibal

Penyakit pada kelinci Cashmere lop, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci Cashmere lop untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci Cashmere lop: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com

 

Penyakit pada kelinci australia, 15 jenis penyakit dan cara pengobatannya

Penyakit pada kelinci australia biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci australia. Mempertahankan kebersihan kelinci dan lingkungan yang bersih dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Penyakit pada kelinci australia yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

Penyakit pada kelinci australia: Radang Mata (Kornea Mata)

Penyakit pada kelinci australia : radang mata

Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

Penyakit pada kelinci australia: Kaki Bengkok (Rachitis)

Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

Penyakit pada kelinci australia: Kanibal

Penyakit pada kelinci australia, kanibal

Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

Penyakit pada kelinci australia: Enteritis Kompleks

Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

Penyakit pada kelinci australia: Young Doe Syndrome

young doe syndrome pada kelinci
tabosrabbit.blogspot.com

Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

Penyakit pada kelinci australia: Sembelit

Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

Penyakit pada kelinci australia: Radang Paru (Pneumonia)

Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

Penyakit pada kelinci australia: Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

Penyakit pada kelinci australia: Favus

Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

Penyakit pada kelinci australia: Cacingan (Pinworm)

Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci suka menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

Penyakit pada kelinci australia: Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

Penyakit pada kelinci australia: Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci australia untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

Penyakit pada kelinci australia: Kokkidiosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

Penyakit pada kelinci australia: Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

Penyakit pada kelinci australia: Kudis (Scabiosis)

Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

***

Itulah 15 jenis penyakit yang biasa menyerang pada kelinci yang harus diwaspadai. Penyaklit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang kelinci pedaging, tetapi juga menyerang kelinci hias seperti contohnya kelinci anggora.

 

Kami menjual obat untuk penyembuhan penyakit ayam dan melayani konsultasi, segera hubungi kami di:

HP/WA : 0896-7837-1171
BBM : 5D36BA33

konsutasi@penyakithewan.com